“Kuro!” Panggil kepala keluarga Iharasi itu padaku saat sudah berhasil memetik sebuah semangka berukuran besar juga beberapa jenis sayuran lain yang dia tanam bersebelahan dengan tanaman lainnya. Aku benar-benar takjub saat melihat kebun milik ayah bocah itu sangat luas. Bukan hanya ada kebun semangka yang sudah siap panen, tapi juga kebun anggur, juga beberapa lahan untuk ditanami berbagai macam sayuran. Jadi, selama ini dari hasil ladang inilah mereka bertahan hidup? “Kau mau mengambil beberapa anggur? Kurasa sudah ada beberapa yang matang.” “Tidak usah, ini sudah terlalu banyak.” “Tidak masalah, tidak akan habis hanya kita ambil satu atau dua tangkai.” “Sungguh, tidak usah. Lagi pula aku yakin kalau seangka ini juga tidak akan dihabiskan olehnya.” “Benar?” “H

