“Nanao-kun?” panggilku tidak percaya kalau yang kulihat sekarang, adalah Nanao—bocah remaja yang sudah menabrakku dua kali, dan sekarang menabrak Kuroda-san. “Kakak?!” pekiknya sambil memeluk tubuhku. “Kenapa? Ada apa denganmu?” tanyaku, tapi belum sempat aku dapat jawaban, Kuroda-san sudah menarik tanganku dan memintaku untuk menjauh darinya, tapi ... remaja itu tidak diam begitu saja. Dia juga menahanku dengan rengekan dan sepasang mata yang terlihat sembab, juga lelehan air mata yang terlihat jelas. “Tolong, aku kehilangan Dan?!” Beberapa kali aku mengerjap mendengar kata ‘dia kehilangan Alpa-nya’ “Kau yakin kau kehilangan dia?” tanyaku tidak percaya. Namun sekali lagi, belum sempat aku mendapat jawaban, aku kembali ditarik oleh Kuroda-san, dia kelihatannya benar-benar tidak suka

