"Hei, Kuroda-san ...?" Panggilnya, "apa boleh aku main ke rumah ibu?" "Tidak, perutmu sudah sebesar itu, sebaiknya kau istirahat di rumah. Setelah melahirkan kau bisa lakukan apa pun yang kau mau." "Aku bosan di rumah." "Kau bisa jalan-jalan di sekitar sini seperti biasa." Jawabku sambil tidak melihat ke arahnya. Sudah sepanjang malam ini dia merengek ingin pulang ke rumah orang tuanya di Kobe, tapi dengan perut dan kondisi yang tidak pernah stabil membuatku khawatir. Bukan saat dia nanti dia sudah ada di sana, tapi ketika kami berada di perjalanan. Bulan lalu, baru saja kami pulang dari Kyoto dan setiap hari dia meringkuk di kasur dan tidak melakukan apapun selain bermain ponsel, menonton tv dan makan. Aku bukannya tidak peduli dia melakukan hal-hal seperti itu tapi melihat dia yang

