“Kuroda-san,” panggilnya setelah kami masuk ke dalam mobil dan nyaris meninggalkan rumah orang tuanya. “Ada yang tertinggal?” “Tidak, tapi aku ingin pergi ke suatu tempat, bisa?” “Besok aku ada rapat penting dengan jajaran direksi, akan ada inspektur Oogaki juga, bisa kita pergi ke tempat itu lain waktu?” Wajahnya sedikit tertekuk, tapi aku benar-benar tidak bisa mengiakan ajakannya dalam waktu dekat ini, setidaknya aku ingin dia bersikap kooperatif dalam pernikahan kami. Aku hanya ingin dia mengerti dan belajar bertanggung jawab. Setelah memastikan dia duduk dengan nyaman, aku mulai mempercepat kendaraanku dan terus seperti itu hingga kami ke luar dari desa dan mulai melewati jalur tol. Sesekali aku melihat dia menggigit bibirnya, dan kubalas mengelus perut buncit yang kurasa sedikit

