"Mas, apa masih sakit??" tanya Ifa dengan menyentu memar disudut mata El dengan lembut Ifa takut semakin menyakiti suaminya saat dia tidak hati-hati saat menyentuh luka El, sedangkan El dia tersenyum dengan menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin membuat istrinya merasa cemas, apalagi khawatir dengannya, toh luka yang ada disudut mata El tidak seberapa menurut El. "Kamu yakin Mas??" Ifa memastikan apa yang dia lihat dari suaminya El mengangkat tangannya, dia menyentuh punggung tangan istrinta yang masih menyentuh sudut mata tajamnya. El, menempelkan telapak tangan Ifa disalah satu pipinya dengan sangat lembut "Sayang! luka ini tidak sebanding dengan saat kamu marah dengan ku" lirih El dengan memejamkan matanya, dia merasakan kehangatan dan kelembutan tangan istrinya "Mas, aku serius

