Ifa meraba hidung mancung suaminya dengan jari telunjuknya, dia sangat mengagumi ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Ifa tidak menyangka kalau suaminya akan tampak sangat terlihat sangat tampan saat dilihat dari dekat, pahatan yang sangat sempurna. Bibir merah yang sangat menggoda, hidung mancung yang sangat mempesona, mata tajam yang punya daya tarik sendiri, alis tebal. "Aku mengakui kalau kamu sangat lah tampan Mas" batin Ifa dengan masih menatap wajah suaminya Saat Ifa terpesona dengan ketampanan suaminya, dia terkejut dengan sang suami yang tiba-tiba saja memegang pergelangan tangannya. "Kamu tidak bosan sayang menatap wajah ku??" tanya El dengan membuka matanya "Ah?? kamu sudah bangun?? sejak kapan??" tanya Ifa dengan sangat malu, sudah kepergok El menatapnya cukup lama "Sejak

