"Bagaimana?? kenapa mencari informasi satu perempuan muda saja tidak bisa! apa kamu sekarang sudah tidak bisa bekerja dengan baik!!" murka Riana dengan menatap Vivi yang ada diseberang meja kerjanya Riana tampak sangat murka saat ini, dia sudah sangat menunggu kabar dari Vivi tentang identitas perempuan yang sudah membantunya di Mall. Riana tidak perna merasakan perasaan yang sangat dalam seperti kemarin saat bertemu dengan Ifa, dia tidak perna meraskan perasaan rindu yang sangat mendalam saat bertemu siapa saja selama ini. Dia bukan lah orang yang tidak suka berbaur dengan para pebisnis muda yang baru memulai bisnisnya, tapi tidak perna sekalipun dia merasakan perasaan yang sama seperti dia rasakan saat bertemu dengan Ifa. Tatapan matanya membuat Riana tidak tenang, dia seolah melihat

