21 Celine membuka bibirnya, dan lidah Rock menggodanya, membakar hasratnya. “Rock ...,” erang Celine di sela ciuman mereka. Rock mengigit kecil bibir ranum Celine, lalu menyudahi ciuman mereka. Mata keduanya bersitatap dengan mesra, berbinar-binar penuh hasrat. “Ayo,” bisik Rock parau. Celine bertanya-tanya mengapa suara Rock berubah parau. Apakah Rock juga diterjang hasrat seperti dirinya? Celine mengangguk dan keduanya bergandengan tangan, menyusuri jalanan berumput menuju danau yang terletak tidak jauh dari vila. Dalam perjalanan ke sana, mereka melewati kebun bunga mawar. Sesekali Celine berhenti, menghirup aromanya. Rock memetik sekuntum bunga mawar dan menyelipkan ke telinga Celine. Celine serasa melambung ke awang-awang. Ia sering membayangkan adegan romantis seperti ini. K

