17

1098 Words

17 Celine sedang minum teh sore bersama bibinya di beranda rumah ketika sebuah mobil hitam mengilap memasuki halaman. Mobil terparkir rapi. Sesosok tampan mengenakan celana jahitan desainer dan kemeja biru gelap yang membalut indah otot-otot tubuhnya, keluar dari mobil. Napas Celine tersekat. Apa yang Rock lakukan di sini? Dari mana pria itu tahu keberadaannya? Apakah Davien telah berubah pikiran dan memberitahunya? Rock melangkah ke arah mereka. Saat tiba, ia mengangguk sopan pada Bibi Anetta, lalu tersenyum pada Celine. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Celine kurang senang. Ia berusaha melupakan Rock, tapi di sinilah pria itu sekarang, tampak tampan dan menawan meski sepertinya belum bercukur sama sekali selama seminggu ini. Janggut dan cambangnya tumbuh dengan liar. Alih-alih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD