13 Senin pagi itu jantung Celine berdebar saat Rock tiba di kantor. Pria itu tampak tampan dalam setelan jas Armani-nya. Rambut gelapnya tersisir rapi dengan gaya maskulin. “Pagi, Celine,” Rock menyapa. Pria itu tidak tersenyum, tapi menatap intens. Jantung Celine makin berdegup kencang. Sepanjang malam ia memikirkan akan seperti apa pertemuan mereka pagi ini setelah ciuman itu. Apakah Rock akan bersikap dingin dan telah melupakan ciuman mereka kemarin? Namun sepertinya tidak, Rock masih menatapnya dengan penuh arti membuat wajah Celine merona. “Pagi,” balas Celine parau saat Rock sudah hampir mencapai pintu ruangannya. Rock berhenti sejenak, seakan akan mengatakan sesuatu, tapi sepertinya berubah pikiran. Pria itu meraih gagang pintu lalu lima detik kemudian tubuh gagah tersebut tela

