Guru-guru akademi segera membawa mayat Gion dan teman-temannya keluar dari area pemakaman leluhur. Mereka semua mengurus itu, sedangkan Eukela dan Despitu kembali ke kediaman kepala akademi karena ada hal yang ingin mereka bahas mengenai masalah hari ini. Mattis duduk di kursi lalu menatap kedua guru yang mengikutinya. Dia menghela napas panjang. Ada gurat ketidaktenangan di wajahnya, sangat bertentangan dengan ketenangan yang dia tunjukkan sebelumnya di depan guru-guru yang lain. “Kenapa aku merasa ada yang aneh dengan pemakaman itu?” ucapnya dengan penuh tanda tanya. “Akhir-akhir ini memang ada banyak hal aneh yang terjadi,” balas Eukela, suaranya terdengar lirih. Mattis mengangguk. “Benar. Saat itu ada guncangan besar, kemarin ada pepohonan yang berserakan di sekitar asrama putri,

