“Shiera, apa kau sudah mempersiapkan pertandingan besok?” Seorang wanita yang tak lain adalah Gitia, bertanya pada Shiera. “Kakak Gitia, aku sudah siap sejak lama. Bukankah Irhea sama sekali bukan murid yang kuat? Bukankah dia hanya murid yang tinggal di lantai satu? Apa yang perlu dicemaskan?” balas Shiera dengan santai. Dia memijat bahu Gitia dengan senang hati. Gitia mendengkus. “Harus berapa kali aku mengingatkanmu? Shiera, seseorang seharusnya tidak meremehkan musuh mereka.” “Ya, aku tahu. Aku pun tidak akan meremehkan musuhku jika itu adalah orang lain. Namun, jika itu adalah Irhea?” Shiera tertawa. “Ah, sudahlah. Aku tidak ingin menertawakan dia terlalu banyak.” Perempuan itu lalu mengubah topik pembicaraan. “Sebenarnya aku datang ke sini bukan untuk membahas tentang itu.” “Ap

