Chapter 24

1654 Words

Malam itu Pandu, dinda dan juga yoyo makan malam bersama. Mereka memutuskan akan pulang besok paginya, karena tiba-tiba saja dinda menginginkannya. Pandu senang melihat dinda yang kembali ceria dan tak gelisah lagi. Ia menyadari jika Yoyo memang penting bagi adiknya ini. “Sayang banget sih kalian pulang besok” ucap Pandu dengan raut wajah sedihnya. “Hehehe gimana dong mas, aku kan harus urus wisuda sama mau persiapan nikah” sahut dinda mendekap erat lengan Pandu manja. Yoyo hanya menatap tanpa bertanya, ia merasa agak cemburu melihat kedekatan dinda dan Pandu. Dinda begitu manja dan menyayangi kakaknya itu. “Wah akhir adek nikah ya..tapi mas pandu ga janji bisa datang ya” “Ih kok mas gitu sih, please mas datang” dinda mulai merengek manja. “Adek kan tau..alasannya” pandu menghela naf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD