"Sorry Dinda.. Harusnya aku gak maksa kamu lagi kan buat ngelakuin ini. Maaf aku terlalu sayang dan nyaman sama aku" Dinda tersenyum pahit, saat mendengar semua yang Dony katakan. Ia ingin egois namun bukan begini caranya. Yoyo terlalu baik hingga ia pun tak sanggup meninggalkan pria itu. Dan di sisinya sekarang adalah pria di masa lalu, yang masih begitu mencintainya hingga sekarang. Pada akhirnya Dinda harus memilih, Yoyo atau Dony. Dinda pun menatap dalam wajah pria ini, yang masih menenggelamkan kepalanya di tubuh Dinda. Jari jemari Dinda mengelus lembut setiap surai legamnya. Hangat nafasnya begitu terasa menyentuh kulit Dinda. "Pak.. Aku minta maaf, hingga akhirnya aku cuman bisa milih satu dan itu Yoyo. Karena dia suami aku Pak, dan ga ada alasan buat aku tinggalin dia" Ujar D

