30

1264 Words

Kyler kembali ke kampus dengan wajah yang penuh kekhawatiran, sampai-sampai sang sahabatnya yang bernama Raymond, menyadari kegelisahan pria tersebut. "Hei, dude. Kau tampak gelisah, ada yang mengganggu pikiranmu?" tanyanya dan Kyler mengangguk lalu memberitahu Raymond untuk tidak terlalu banyak bertanya dulu, karena dia ingin tenang dan mencari solusi dari masalah yang menimpanya. "Baiklah, aku takkan ikut campur, kemungkinan ini adalah masalah pribadimu sobat, tapi kusarankan untuk tidak stress dan tetap berpikiran jernih, karena kalau pikiranmu kacau, malah masalah yang menimpamu itu akan mengalami hal yang lebih parah lagi," ujar Raymond kemudian undur diri dari sahabatnya itu. Berkali-kali Kyler membenarkan perkataan Raymond, yah ... dia harus tenang dan tidak terburu-buru. Namun, w

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD