Chapter 1

613 Words
Nama ku Arini Putri Barch, tinggal di kota besar,sebut saja kota J.. Aku lahir dan besar di sini,besar di keluarga yang terpandang dimana papi adalah salah satu pengusaha sukses di kota kami,usaha papi sudah menembus kancah internasional. Papi yang punya darah Eropa, sedangkan mami darah Jawa tulen (darah ningrat). Aku lahir dari keluarga yang harmonis,aku anak kedua dr 2 bersaudara,kakak laki-laki ku bernama Alex Putra Barch. Ka Alex yang mengelola perusahaan papi di Perancis,jadi sudah cukup lama aku tidak ketemu sama kakak ku yang super duper iseng tapi sayang nya luar biasa ke Ade satu-satu nya. Sekarang aku sudah lulus dr kuliah,entah kenapa suka banget public speaking,Jadi aku ambil jurusan tersebut di negara Paman Sam,selama kuliah aku di temani sahabat ku sewaktu SMA Laura Wicaksono,ya dia sahabat ku sekaligus buku diary ku.. Kami sahabatan berempat,aku,Laura,Kevin and justin.. We all graduated from same highschool,cita cita kita tuh sama pokok nya lulus SMA masuk perguruan tinggi yang sama walau beda jurusan tidak apa-apa kata mereka ??. Sampai orang-orang kasih julukan ke kita berempat dengan julukan si kembar beda emak bapak ??,sewaktu SMA kelas dua kevin menyatakan rasa suka nya ke aku,gayung bersambut aku pun menyukai Kevin dan kami jadian lah. Persahabatan kami sangat manis,ada suka dan duka,namun semua itu harus hancur ketika dua orang menghianati persahabatan kita berempat.. =Penghianatan Kevin dan Laura= "Rin,loe ada kelas hari ini?.." sapa laura dari luar kelas. "Iya masih ada satu mata kuliah lagi gw ra,kayak nya gw sampai sore deh Ra.. Kenapa emang ?".. "hmmm,gpp sih gw kangen saja sama loe Rin udah lama kan gak hang out berempat,kevin sama Justin kayanya jg lagi sibuk .." Muka laura ada aura senang dengar Arini gak bisa hang out bareng,aura-aura syaiton ??.. "Bagus deh Arini gak ikut,jadi gw ada waktu sama kevin.".. Gumam Laura. "Nanti gw nyusul deh Ra kalau loe masih ada di cafe biasa kita ngumpul,ok.". "Eh iya Rin, terserah loe aja,but don't forget called me dulu ya Rin". Arini hanya membalas dengan senyuman dan jari berlambang ok ke Laura .. Kevin apartemen (Warning rate 19+ tahun ya) "Damn kev you so Fu...kin hot" Suara mendesah itu datang dari kamar Kevin,ada pemandangan yang cukup panas di kamar tsb. "Udah puas Ra ?...kalau belum aku tambahin nih ronde nya " Muka kevin penuh dengan keringat, senyuman nakal pun keluar dr bibir nya yang tipis. "No no no kev sudah cukup,next kita lanjut lagi ya babe." Sambil mencubit mesra pipi nya kevin,Laura bangun dan ke kamar mandi. "Hey babe mau aku temenin mandi gak ?" Teriak Kevin dengan nada manja. "Udah deh jangan mancing2,aku udah janji sama pacar kamu buat hang out,kamu nanti berangkat sesudah aku ya babe,biar Arini gak curiga".. "Ok Darling" sambil mengecup bibir Laura,Kevin skg yg gantian mandi.. Cafe Arini sudah lama nunggu Laura,orang yg datang setelah Arini adalah Justin,laki-laki jenaka yang suka buat orang-orang tertawa. "Hey Rin,pasti udah lama nunggu" Justin menepuk pundak Arini. "Hiii Justin,iya gw udh nunggu lama,sampai lumutan tau" dan mereka pun tertawa terbahak-bahak. "Hmmmm loe gak datang sama kevin Rin?.." "Enggak,tadi gw telepon katanya ada mata kuliah lagi".. (Ok kevin bohong nih,jelas2 satu mata kuliah di tiadakan karena prof nya gak masuk,kevin loe mulai lagi) "Ish kok loe bengong sih Justin?... Bener kan tadi msh ada mata kuliah ?.." "Ehmmm iya tadi masih ada satu Rin,kalau gw bolos sih jadi gw gak lihat Kevin hehehehe".. Demi loe Rin gw rela bohong,demi kebahagiaan loe Rin gw rela nutupin bangkai pacar sekaligus sahabat gw. Batin Justin bergemuruh,rasa sesak tak tertahankan,muka Justin merah padam. "OMG Justin are you okay?...muka loe merah,loe demam?" Tangan Arini Megang jidat Justin,dan dengan cepat Justin pegang . "Gak kok Rin,I'm fine ?" Ternyata berbohong itu menguras hati ? To be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD