TUJUH BELAS

993 Words

Sepertinya, takdir tidak akan berhenti mempermainkan hidup Kinan. Buktinya, di tengah kesibukannya mengurus toko kue yang ia miliki, kedatangan tokoh masa lalu adalah nilai minus. Meski bertekat tidak menghapus masa lalu, tapi jelas akan tetap memengaruhi detak jantung Kinan. "Aku nyari kalian," sambar Bam. "Ke mana kalian? Kalian nggak tinggal di rumah itu lagi?" Sejujurnya, Kinan tidak tega melihat tampang tidak karuan Bam. Tapi dia benar-benar lelah, jika setiap saat—dalam pertemuan yang Bam buat—tampang seperti itu dan pembahasan itu-itu lagi yang Bam hantarkan. "Aku minta maaf sebelumnya, Bam. Tapi memang seperti itu yang terjadi, aku nggak mungkin tiba-tiba menghubungi kamu, cuma untuk ngasih tau kalo kami pindah. Dan lebih parahnya, kamu sudah tidak datang beberapa waktu lalu. Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD