Begitu seringnya variasi kehidupan rumah tangga Bara dan Kinan, jelas menghantarkan pada kejelasan yang lain. Di usia pernikahan mereka yang masuk tahun ke delapan, Kinan kembali mengandung. Tidak ada yang Bara cemaskan lagi, sedikit banyak ia tahu bagaimana cara menghadapi sikap yang berbeda setiap jangka waktunya. "Ayah! An kenapa nggak dibeliin mainan kayak Ab?! Ayah nggak sayang lagi sama An!" cerca Anan yang pada dasarnya iri—selalu—pada Abnan. "Kamu kan nggak minta. Katanya kamu nggak mau mainan yang sama kayak Ab, sekarang marahin Ayah...." Mau tidak mau Anan mengerucutkan bibirnya. "Jangan begitu An! Kamu kan nggak pernah diganggu Ab, kenapa selalu ribut sendiri kalo Ab minta mainan. Mainan kamu lebih banyak, lho, An...," Kinan mengingatkan. Dengan perut yanh sudah cukup besar,

