Bab 28. Sedikit Takut

1040 Words

Sisilia turun dari motor dengan keadaan tubuh yang masih sangat lemas, mengetahui jika salah satu tetangganya ternyata sudah meninggal dunia. Belum lagi ia adalah manusia yang melihat tetangganya itu lewat depan rumah. Menyapanya pula, membuat Sisilia semakin parno dan takut keluar subuh lagi. "Mbak Sisil? nggak kenapa-kenapa? Mbak Sisil nggak usah kepikiran soal arwah yang Mbak Sisil temui tadi pagi. Mungkin tetangga Mbak Sisil itu lagi pamitan dengan mbak." Sisilia yang baru saja melepaskan helmnya langsung melotot pada David, yang bukannya menenangkan, tapi justru semakin membuatnya ketakutan. "Kamu kalau nggak bisa menenangkan aku, minimal jangan bicara yang nggak-nggak. Bikin tambah takut aja," kata Sisil, dengan wajah cemberut. "Ya udah kalau begitu kita langsung masuk aja. Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD