Bab 14. Tetangga

1100 Words

Pagi-pagi sekali Sisilia sudah terbangun dari tidurnya. Menguap malas, perempuan cantik itu turun dari tempat tidur sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar. Merasa ia butuh membuka hordeng jendela kamarnya yang menghadap ke arah kosan, Sisilia segera menuju jendela besar yang membuat cahaya nantinya dari luar masuk ke dalam. Mematikan lampu kamarnya, Sisilia mengecek daya ponselnya yang masih banyak, membuatnya urung untuk mengisi dayanya. Membuka pintu kamar, Sisilia menyalakan lampu ruang tamu yang langsung mengarah ke arah ruang tengah dan juga dapur karena hari masih lumayan gelap dan ia butuh pencahayaan cerah. Menatap pemandangan ruangannya yang masih banyak barang-barang tergeletak begitu saja, perempuan itu mengangkat bahunya acuh. Ditatapnya pintu kamar sebelah di mana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD