Mobil yang dikendarai Rizal berhenti di depan rumah besar milik keluarga Desti. Desti segera turun dan masuk rumah saat Rizal masih turun dari mobil. Pria itu hanya mampu menatap wanita yang masih resmi jadi istrinya. Rizal menyusul masuk, lalu menemui mertuanya yang sedang santai di ruang tengah. "Duduk, Nak Rizal." Bibi yang bekerja di rumah orang tua Desti dengan sigap mengeluarkan minum dan cemilan. Papa Desti sedikit heran dengan sikap Rizal yang agak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Meski putrinya tak pernah berubah, namun biasanya Rizal bersikap hangat. Pagi itu, ada ketegangan tergambar di wajah Rizal. "Bi, bisa panggilkan Desti?" pinta Rizal pada bibi yang akan undur diri. "Saya perlu bicara dengan Papa dan juga Desti," lanjut Rizal seraya menatap Papa Mertuanya. D

