Undangan pernikahan Ratih dan Rizal tinggal menghitung hari. Hari itu, hari terakhir Ratih masuk kantor. Besok dia harus bersiap-siap kembali ke kota kelahirannya. "Lancar semuanya ya, Mbak Ratih," ujar Anggi meski Ratih belum berpamitan. Hari-hari terakhir, banyak teman-teman kantornya menyemangati dan meyakinkan. Yang sudah pengalaman, berbagi nasehat. Yang belum berpengalaman pun ikut nimbrung. "Tunggu kami. Kami pasti datang." Cyntia turut menyahut. Ratih tak perlu mencemaskan banyak hal. Dini, adik perempuannya, sudah menyiapkan semuanya. Meskipun mereka berbeda karakter, Dini sangat mengenal selera kakaknya. Apalagi, Dini sangat ringan tangan dan menyukai mengurus hal-hal semacam pesta pernikahan. Tak hanya kegiatan saat hari H, bahkan sebelum hari H dari menyiapkan sesera

