Bab 30

1526 Words

“Tapi aku sudah mau terlambat. Ini minggu pertamaku bekerja. Apa jadinya kalau aku datang terlambat. Aku bisa dipecat!” dalih Desti. Wanita muda menunjukkan wajah tak sukanya pada Rizal. Wajah yang dulunya selalu membuat Rizal luluh dan mengalah. Tapi, kini Rizal tidak terganggu dengan ekspresi itu. Lelaki itu tetap tidak rela jika Desti memamerkan keelokan penampilannya pada lelaki lain di luar sana. Rizal mulai memahami, kalau selama ini ternyata dirinya tak terlalu dianggap oleh Desti. Permintaannya hanya dianggap angin lalu. Semua itu karena dia terlalu mencintai Desti, hingga dia tak ingin melukai hati wanita yang dicintainya ini. Namun, rupanya cintanya kini menjadi boomerang. Bukan balasan cinta yang diperolehnya, namun justru sikap tak patuh yang sering ditunjukkan oleh Dest

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD