Waktu berlalu tanpa terasa. Kegiatan menegangkan antara sipir dan narapidana membuat Pustin terbiasa. Pemandangan Finn menghukum orang sampai patah tulang atau luka berat, juga membuatnya terbiasa. Finn memang orang yang keras. Pustin tak punya nyali menegur. Menurut Pustin kasihan juga para narapidana dihukum berat di dalam penjara. Mental mereka saja sudah rusak karena putusan hakim, ditambah hukuman mati yang ditetapkan-pasti telah menarik kewarasan para napi. Pustin saja belum sepenuhnya lupa pada kekacauan yang telah dihasilkan karena niat membocorkan tentang rahasia di dalam penjara. Mewaraskan diri dengan cara membiasakan pemandangan kejam adalah cara terbaik agar bisa terus bekerja serta meneruskan misi. Pustin berusaha biasa saja di depan Kolonel Horton. Dia tidak ingin terliha

