Azkya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan saat Agung sudah selesai membantunya kembali duduk di kursi rodanya, sekarang pemuda itu mendorongnya lebih mendekat ke rumah yang sudah begitu lama tidak ia tempati. Rumah itu kini sudah di renovasi, beberapa anak tangga yang ada di sana sudah di ganti menjadi tanjakan landai yang akan lebih mudah di lewati menggunakan kursi roda. "Neng Azkya, Neng sehat?" tanya seorang wanita yang sedari tadi menunggunya di depan rumah, lelaki yang berdiri di sebelahnya menatap Azkya dengan begitu lekat ada sebuah senyum menghiasi wajahnya yang sudah mulai keriput, senyum yang ia buat untuk menutupi rasa iba tetapi tetap saja rasa kasihan itu tetap terlihat meski berusaha ia tutupi. Mereka adalah sepasang suami istri, Bi Tirah dan Mang Usep

