Gagal Tayang(?)

1104 Words

Aurora hanya bisa memejamkan mata untuk menetralkan perasaan yang mulai memuncak. Membuang napas kasar, lalu duduk di salah satu kursi yang ada di balkon. Jasmin pun mengikuti di belakangnya, tetapi Aurora meminta untuk tidak diikuti. Dia masih ingin menyendiri. Pikirannya memang sedang tidak baik. “Ra, ayo, dong profesional. Jangan hanya karena masalah perasaan, lo jadi kek anak kecil yang kaya begini.” Jasmin berdiri di ambang pintu, kemudian memilih untuk keluar dari kamar Aurora. Jasmin mengambil barang-barangnya, kemudian meninggalkan rumah itu. Menaiki taksi untuk kembali ke rumah. Bahkan, dia saja tidak pamit kepada kedua orang tua Aurora. Entahlah, di antara mereka saat ini. Mungkin, sama-sama masih egois untuk menang sendiri. Aurora masih marah pun, Jasmin turut serta kesal ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD