Sepele

1128 Words

Sebuah kesalahpahaman yang terjadi antara Bram dengan Langit masih berlanjut. Bahkan, mereka mulai beradu mulut. Benar-benar seperti anak kecil sekali, bukan menyelesaikan malah menambah masalah. Aurora yang sudah terbangun dari tidurnya dan berdiri di tangga yang menghubungkan dengan lantai dua itu hanya bisa tertawa. “Lah, malah bangun, sia-sia dong gue minta tolong sama bapak lo, gue udah dipenyek habis-habisan pula,” kata Langit memandang tajam ke arah wanita itu. “Ha ha, kalian ini lucu. Pa, kenapa, sih marah-marah sama anak mami. Gak akan ada gunanya,” kata Aurora melanjutkan jalannya untuk mnuruni tangga. Duduk di sofa yang ada di ruang tamu. “Duduk,” sambungnya menyuruh Langit dan ayahnya. Bram dan Langit pun mengikuti Aurora. Persis seperti anak balita yang sedang nurut dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD