Terhenti

2731 Words

Aurora telah duduk di ruang makan bersama dengan ayahnya. Sedangkan, ibunya masih saja sibuk dengan kompor dan peralatan dapur lainnya untuk mengolah makanan. Mata perempuan itu melihat ke arah ayahnya yang masih sibuk dengan laptopnya. Mungkin, ada pekerjaan yang belum selesai dan harus dibawa ke rumah. Aurora beranjak dari duduknya, berjalan ke keran air untuk mencuci wajah yang begitu kurang sehat. Dia berpikir dengan terkena air dingin akan memberikan efek baik untuk wajah yang terasa panas. Intinya, dia mencari kenyamanan dalam diri, akibat dari tubuh yang demam. Setelah puas bermain air, Aurora melangkah untuk membantu ibunya yang sedang menggoreng ayam. Akan tetapi, Nilam menolak untuk menerima bantuan dari anaknya. “Ra, ke sini, temani Papa saja, kamu itu masih sakit.” Bram masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD