"Jadi begini, Ndo.....," ia menjelaskan dengan runut apa yang dipertanyakan oleh Ando. Sementara Farras dan Anne menatap mereka dari kejauhan. Kedua perempuan itu berdiri di dekat pintu belakang. Sementara Izzan dan Ando sudah larut dalam diskusi. Tadinya Farras mau ikut tapi Ando bilang, mereka perlu privasi. Hal yang membuat Farras seketika jengkel. Lah? Dia kan istrinya? Mana ada privasi lagi? Walau pelan-pelan ia paham sih, kadang Ando juga butuh berpikir sendiri. Haaah. Kalau Ando sedang bertingkah seperti itu, ia gak bisa untuk gak jengkel sekali saja. Mungkin karena sudah terbiasa dengan lelaki itu. Menempel padanya seperti ulat bulu. Apa-apa sama Ando. Ini-itu sama Ando. Maklumin saja lah. Apalagi namanya pengantin yang belum lama menikah. "Jadi, yang ngundang mas Izzan ke sini

