"Mas percaya jodoh?" Ia tersenyum kecil mengenangnya. Tentu saja Izzan percaya jika jodoh tak akan ke mana. Walau yah, kata-kata itu nyatanya sanggup membuat hatinya berbunga-bunga. Bagai memiliki harapan jika suatu saat lamarannya akan diterima. Meski ia was-was juga. Pasalnya, ia tak merasa dirinya diinginkan karena masing-masing orang memiliki rasa ketertarikan yang berbeda. Ada banyak lelaki di bumi ini yang sepertinya. Jadi belum tentu semua perempuan dengan begitu saja mau menerima sekalipun lelaki itu ganteng, hafiz Quran dan juga mapan. Karena ada persoalan hati yang juga akan menjadi pertimbangan. Walau katanya, agama lah yang paling penting namun Izzan juga tak bisa mengabaikan hati. Karena ikhlas datangnya dari hati. Pernikahan itu kan ibadah. Jadi harus dijalankan dengan keikh

