Part 19. Mencari Solusi

1520 Words

Seperti biasanya setiap pagi Dhealova selalu menyiapkan secangkir teh hangat dan roti untuk Langit. Karena itu bagian dari pekerjaannya untuk melunasi hutangnya. Sejak ia dan Langit memutuskan untuk berteman. Dhealova mulai beraktivitas seperti biasanya setelah mereka menandatangani surat perjanjian baru. "Hari ini, aku akan pulang terlambat, ada urusan penting." Langit memulai percakapan pagi ini, setelah hampir dua puluh menit mereka saling diam dan tak bartegur sapa. "Ah." Dhealova mengangguk pelan sambil melakukan aktivitasnya di dapur. Tanpa menoleh ke arah Langit. Laki-laki muda itu pun pergi keluar dari apartemen miliknya meninggalkan Dhealova sendirian dengan aktivitasnya. "Tuan Langit mulai lagi juteknya," gumam perempuan muda itu. "Kamu harus kuat Dhealova, kamu harus k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD