“ Pagi…” sapa Sakha ketika keluar dari kamar Septi yang ia tempati tidur beberapa hari ini dan Ines sedang nampak sibuk di dapur membuatkan sarapan untuk mereka berdua. “ Pagi.” jawab Ines dengan menoleh sekilas dan membalas senyuman sang suami. “ Masak apa?” “ Ayam.” jawab Ines sambil sedikit menunduk untuk menekan tombol kompor induksi berbentuk persegi panjang tersebut. “ Oh ya… Kamu yang balikin bahan makanan yang udah aku buang?” “ Iya. Lagian semuanya masih bagus. Nggak harus kamu buang. Aku mandi dulu ya.” Ines mengangguk perlahan dengan menatap Sakha yang menyeruput kopi yang telah dibuatnya. “ Pakaian kamu udah aku siapin. Aku juga udah siapin koper kamu.” “ Oke. Makasih ya…” Sakha lalu melangkah hendak meninggalkan Ines saat istrinya tersebut kembali memanggil namanya.

