Ines terkejut ketika Chris memasuki kantor showroom tempat ia bekerja dan nampak sedang berjalan ke arah mejanya saat ini. Tentu saja kehadiran Chris menarik perhatian beberapa orang rekannya yang memang selalu heboh dengan penampakan pria tampan disekitar mereka. Melia yang mejanya terletak tak begitu jauh dari posisi Ines saat ini hanya bisa saling memandang meski sama- sama memikirkan hal yang sama terlebih lagi mereka memang sudah membahas kejadian kemarin pagi tadi. “ Mas Chris… Ada yang bisa aku bantu?” tanya Ines yang kini berdiri menyambut Chris. “ Ines, bisa bicara sebentar?” tanya Chris dengan sopan. “ Tentu aja, mas. Silahkan duduk.” “ Jangan disini. Nggak enak sama yang lain. Bisa ngobrol di mobil aja?” tanya Chris. Ines nampak berpikir dan tentu saja Chris ingin membahas

