Ines yang membuka matanya dengan perlahan langsung sedikit mengernitkan keningnya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa berat. “ Aku kenapa sih?” ucap Ines yang mulai mengamati langit- langit kamar yang nampak berbeda tersebut. Menyadari jika ia sedang tidak berada di dalam kamarnya membuat ia tersontak bangkit dan kembali memegangi kepalanya yang masih seperti berputar. “ Aku dimana ini? Ya ampun, semalam aku ngapain?” tanyanya pada dirinya sendiri sambil merapatkan jubah tidur berbahan satin yang dipakainya saat ini. “ Selamat pagi. Udah bangun?” tanya Sakha yang tiba- tiba keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan menggosok rambutnya dengan handuk kecil. “ Kamu?! Kamu ngapain disini? Apa—- Apa yang udah kamu lakuin ke saya?!” tanya

