Ines merebahkan dirinya di atas kasur yang beralaskan karpet di dalam kamarnya yang berukuran 3x4 tersebut setelah terlebih dahulu merebahkan Bibi yang terlelap selama perjalanan pulang mereka. Pikirannya terus berada pada ucapan Sakha yang memintanya untuk saling membantu satu sama lain. Sakha juga bahkan menawarkan agar mereka menikah dan akan bersedia berpisah kapan saja Ines menginginkannya. Meski terdengar gila dan tidak masuk akal, namun tawaran Sakha juga tidak merugikan untuknya. Terlebih lagi, Sakha bersedia menanggung terapy Bibi yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sakha bersedia menjadi sebagai ayah yang Bibi butuhkan dan tidak akan mengganggu kehidupan pribadinya. Sakha berjanji tidak akan menyentuhnya dan mereka hanya perlu terlihat mesra di depan semua orang agar lebih

