13. Cinta yang Lain

1397 Words

"Kira, kenapa sih kamu gak pernah mau tahu jenis kelamin bayi kita?" Protesan dari Jamie setahun yang lalu terngiang kembali di telinga. Waktu kami baru saja memeriksa kandungan. Usia pernikahan kami baru menginjak bulan ke empat. Dan kandunganku memasuki bulan ke enam. "Gak kenapa-napa," balasku santai. Kami tengah berbagi ranjang di kamarku yang sempit. d**a kecil Jamie kujadikan bantal. Sementara tangan Jamie terus saja membelai rambutku dengan lembut. "Buat kejutan aja nanti jika lahiran. Kalo dari sekarang udah tahu jenis kelaminnya, gak asyik," tuturku tengadah untuk menatap paras Jamie. Lelaki itu tersenyum manis, lantas mengecup rambutku. "Emang kamu pengen anak kita cewek atau cowok?" Jamie bertanya lembut. Hidungnya menciumi pipiku dengan penuh kasih sayang. "Aku pengen puny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD