Tidak Bisa Menahan Air Matanya (1)

1030 Words

. . . Setelah dua menit berlari dengan kecepatan tinggi, Shen Yiyipun akhirnya sampai di salah satu pintu lift di perusahaan Mu dengan sedikit terengah-engah, sampai-sampai keringat telah menetes pada dahinya. Bergegas Shen yiyi menekan tombol lift yang mengarah pada ruang CEO dan tanpa tanpa menunggu lama, pintu itupun terbuka sehingga Shen Yiyi kemudian masuk ke dalamnya diikuti oleh beberapa karyawan pria yang juga telah mengantri disana. Sembari mengatur nafasnya yang terdengar sedikit tersengal-sengal, ia kemudian kembali menekan tombol ke lantai yang hendak ia tuju lalu bergeser ke belakang untuk memberikan ruang bagi para karyawan pria yang juga ikut masuk ke sana. "Hey, apakah kau sudah mendengar kegemparan siang ini?!", terdengar suara karyawan pria berdasi hitam sembari meny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD