104. Bayaran di Pagi Hari

1117 Words

. . . Saat terbangun di pagi hari yang cerah, Shen Yiyi merasakan hawa dingin tiba-tiba menerpanya. Setelah membuka mata indahnya, ia bisa melihat Mu Shenan telah duduk di samping tempat tidurnya untuk menunggunya bangun. Pria itu terlihat begitu tampan dengan rambutnya yang sudah acak-acakan dan juga. Astaga, Shen Yiyi merasa sangat malu karena dia semalam juga meninggalkan bekas-bekas ciuman pada leher dan tubuh pria kekar itu. Dengan spontan, Shen Yiyi lalu menutup wajah cantiknya kembali dengan selimut. Rasanya ia ingin bersembunyi dari tatapan maut Mu Shenan yang semalam telah dengan garang melahapnya. Aduh, Shen Yiyi bingung tentang apa yang harus dia ucapkan sebelum akhirnya ia mendengar Mu Shenan berbicara terlebih dahulu. “Isteriku … kau sudah bangun?” ucapnya perlahan denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD