. . . Ren Xi tiba di pulau budaya Hainan beberapa saat kemudian. Dia sengaja menyuruh nahkoda berlabuh di sisi sebelah selatan pulau kecil itu karena memang dia tidak ingin ketahuan oleh Mu Shenan yang juga ada disana. “Ren Xi, mengapa kita berlabuh disini? Bukankah ini bukan pangkalan tempat masuk pulau budaya?” tanya manajer pribadinya. “Sudah, diamlah. Tunggu aku disini,” Sahut wanita itu. “Kau mau kemana?” tanya manajer itu lagi. “Itu bukan urusanmu,” jawab Ren Xi kepadanya. “Tunggu saja aku!” perintahnya. Manajer itu terdiam dan mengerutkan dahinya. Sebetulnya, sedari tadi dia sudah sangat penasaran dengan tingkah aneh Ren Xi. Seingatnya, Ren Xi mengajak ke tempat itu untuk jalan-jalan guna melepas rasa stress akibat perlakuan buruk orang-orang semalam. Tapi sepertinya, dari

