102. Memberi Suaminya Hadiah (3)

1108 Words

. . . Shen Yiyi sudah tidak bisa berkutik. Bagai sekarung beras, dia dipanggul begitu saja dari restaurant hotel itu untuk menaiki lift dan menuju ke tempat yang tidak bisa dibayangkannya. “Tuan Mu! Apa kau tidak punya malu?” Disepanjang perjalanan, dia berteriak dan memukuli bahu Mu Shenan yang tidak memperdulikan tatapan orang-orang disana. “Aku menggendong isteriku, kenapa aku harus malu?” katanya seraya menekan tombol lift menuju ke lantai teratas gedung itu. Astaga, Shen Yiyi harus secepatnya melarikan diri. Jika tidak, dia tidak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dengan keras, ia lalu memikirkan ide-ide yang mungkin bisa menggoyahkan keinginan suami busuknya itu. “Tuan Mu, begini saja, apa kau suka jam tangan keluaran terbaru karya Richrad F? Apa kau mau kubelikan sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD