Bab 1.5: Manusia Harimau vs Siluman Biawak

1074 Words
Keadaan saat itu semakin sengit di satu sisi Astra terus memojokkan Aswa ke arah tembok dan di sisi lain Aswa masih bisa bertahan dari serangan Astra tersebut. Ketika Aswa berhasil menghindari serangan Astra ia mencoba membalikkan keadaan dengan menendang Astra yang membuat Astra terlempar. "Sudah cukup main-mainnya saatnya aku menjadi sosok itu" Ucap Aswa dengan nada serius. Aswa merapalkan mantra nya. Selang beberapa saat seluruh kulitnya berubah seperti kulit biawak, lukanya pun menjadi sembuh tanpa sedikit ada goresan. "Ini yang ku dapatkan dari hasil bertapa ku di sebuah GOA" Teriaknya yang kemudian tertawa dengan keras. Setelah menjadi wujud itu ia kemudian berteriak kesakitan dan seketika itu suaranya berubah. "Akhirnya kau menggunakan kekuatanku, inilah waktu ku kembali dunia ini setelah tersegel lama di GOA itu dan dengan mudahnya aku bisa menipu dan sekarang dimana s*****a sakti dari kerajaan Musi itu?" Ucap Aswa dengan suara yang berbeda. Dari tempat lain di waktu yang sama. "Apa yang terjadi dengan bosmu?" Tanya Taka kepada AZ dan ZA. "Aku sudah jelaskan tadi namun nampaknya berbeda seperti yang kita ketahui" Jawab AZ dengan wajah sedikit bingung. "Kakak bagaimana ini?" Tanya ZA kepada AZ. Ketika AZ hendak menjawab ia terkejut karena melihat Aswa akan melompat ke arah mereka berempat. "Kalian bertiga menjauhlah biarkan aku yang melawan Aswa, Aku yakin ia bukanlah Aswa yang ku kenal dulu" Ucap AZ pada Taka, Danan serta ZA. Ketika Aswa telah berada di hadapannya AZ pun mengeluarkan pedangnya namun Naas hanya adalah satu kali Serangan menggunakan ekor biawak AZ langsung tewas. "Dimana pusaka Trisula itu" Teriak Aswa. Ketika ia terus berteriak ia tidak menyadari bahwa Astra sudah berlari ke arahnya lalu menyerangnya dari arah belakang. Astra melompat ke arah punggung Aswa lalu mengigit leher Aswa. "Kucing s****n Rasakan ini" Teriak Aswa yang kemudian meloncat ke atas dan membuat Atap kastil itu berlubang. Di sisi lain Taka, Danan, ZA memikirkan rencana untuk menghentikan Aswa. "Aku tahu bagaimana cara menghentikan siluman" Ucap Danan sambil menggendong jasad Kakek Astra. "Bagaimana itu?" Tanya Taka. "Kita sebaiknya pergi dari sini ke rumah Kades" Jawab Danan. Desa tersebut nampak sepi karena pertarungan di kastil itu tidak ada orang satupun yang berani keluar dari rumahnya, toko-toko pun tutup. Mereka terus berlari ke arah rumah Kepala Desa. Danan terus menggendong Jasad Kakek Astra agar di makamkan secara layak oleh Kepala Desa. Sedangkan pertarungan Astra melawan Aswa terus berlanjut Setelah Mereka berdua terlempar ke atas mereka pun bertarung di atap kastil itu. "Baru kali ini aku melihat Harimau sebodoh ini menyerang tanpa pikir panjang" Ucap Aswa kepada Astra. Astra saat itu hanya bisa diam karena dirinya sepenuhnya di kuasai hawa nafsu, Karena sejatinya manusia harimau harus terbebas dari hawa nafsu agar bisa mengontrol kekuatannya. Serangan demi serangan terus di lakukan mereka berdua. Regenerasi pada tubuh Aswa sudah mulai berkurang begitupun Astra yang sudah mulai melambat. Kulit biawak sedikit demi sedikit sudah mulai penuh akan cakaran dan tubuh harimau Astra pun sudah terluka sedikit demi sedikit. Aswa berhasil membuat Astra jatuh ke arah halaman kastil itu. Ketika Aswa hendak mengakhiri pertarungan itu berteriaklah Taka kepada Aswa. "Hey kadal air apakah kau mencari ini?" Teriak Taka sambil mengacungkan Trisula yang di bawa Astra tadi. Aswa seketika langsung melihat ke arah Taka. "Sebaiknya kau serahkan benda itu Nak jika tidak maka harimau ini akan mati?" Terang Aswa kepada Taka. "Jika kau membunuhnya aku akan mengembalikan Trisula ini ketempatnya" Ucap Taka yang kemudian menghentakkan Trisula itu. -Trisula Kerajaan Musi adalah salah satu Pusaka dengan Grade A+, Trisula ini memiliki kekuatan Air yang Hebat selain itu Trisula ini juga hanya bisa di ambil oleh orang terpilih dan bangsa Siluman tidak dapat mengambilnya- "Baiklah jika itu pilihanmu maka aku akan menghabisimu terlebih dahulu" Ucap Aswa yang kemudian bersila untuk bersemedi sebentar. Ketika ia bersemedi ia merapalkan sebuah ajian. "Perjanjian Terakhir kekuatanku kembali" Ucap Aswa setelah merapalkan ajiannya. "Ini adalah ilmu terakhir yang kumiliki, Aku akan mengerahkan semua kekuatanku demi Trisula itu dan jika aku gagal aku akan mati" Lanjutnya yang kemudian berdiri lalu berlari seperti Biawak ke arah Taka. Di sisi lain Astra mulai berubah kembali ke wujud manusia normalnya dan pingsan lantas ZA mendekati Astra dan membawanya pergi menjauh. "Tidak usah banyak bicara kadal" Taka membentak Aswa. Mereka berdua pun akhirnya bertarung. Kecepatan bertarung Aswa meningkat pada saat itu begitupu regenerasi tubuhnya kembali seperti semula. Taka sangat kewalahan menahan serangan Aswa bahkan lengan baju sebelah kirinya tersobek karena terkena cakaran Aswa, Hal itu mengakibatkan Tanda kutukan Taka terlihat. Aswa melompat ke belakang sebentar. "Betapa beruntungnya aku hari ini, setelah bertemu Harimau bertemu dengan bocah terkutuk" Ucap Aswa. Di sisi lain Danan mengawasi pertarungan Taka itu dan ia semakin penasaran terhadap Tanda yang berada di tangan kiri Taka itu. "Sudahi omong kosongmu kadal mari kita akhiri pertempuran ini" Teriak Taka yang kemudian berlari dengan kencang ke arah Aswa. Ia kemudian menggunakan pedangnya untuk menyerang Aswa namun berhasil di hindari oleh Aswa. "Nampaknya kau cukup bodoh dalam memilih s*****a" Terang Aswa setelah menghindari serangan itu. "Baiklah jika itu mau mu, Danan lemparkan Bambu kuning yang sudah kau bawa itu" Jawab Taka. Danan lalu menombakkan bambu kuning ke arah Taka. "Yang ku tahu beberapa siluman akan mati jika di tusuk oleh bambu ini" Terang Taka sambil mengambil Bambu kuning itu. -Bambu Kuning adalah satu dari 3 Unsur yang bisa mengalahkan Siluman, Selain Bambu Kuning masih ada Daun Kelor dan beberapa pusaka tingkat A ke atas- "s****n bagaimana bisa ia mengetahui Hal ini" Ucap Aswa dengan Sedikit ketakutan. "Apakah kau Takut?" Teriak Taka yang kemudian berlari lagi ke arah Aswa. Taka terus menyerang Aswa secara cepat terlebih saat ini s*****a yang ia gunakan bisa dikatakan sangat ringan dan cocok untuknya. Ketika ia menusuk d**a Aswa, Aswa sangat kesakitan. "Arrrrrrrgggggghhhhhh" Teriak Aswa. "Nampaknya di hadapan bambu kuning Siluman tidak berdaya" Ucap Taka yang kemudian mencabut bambu itu. Aswa tersadar kembali lalu ia terjatuh seketika itu ZA mendekatinya di tengah keadaan sekaratnya ia berpesan kepada ZA. "ZA maafkan aku telah membunuh kakakmu dan juga telah membohongi kalian berdua, Kau tidak boleh dendam pada orang yang membunuhku hari ini karena bukan ia yang salah melainkan diriku" Terangnya dalam keadaan mulut yang mengeluarkan darah lalu kemudian ia meninggal. Di sisi lain Astra masih belum siuman alhasil Taka menggendongnya untuk di bawa ke Rumah Kades. Pertarungan Siluman biawak melawan Siluman Harimau pun usai. Sebelum mereka pergi dari tempat itu Danan Mengambil pusaka trisula lalu memasukannya ke sebuah gulungan kantong semar miliknya. "Biarkan pusaka ini berada di tanganku kelak ketika kita sampai di kerajaan Musi aku akan mengembalikannya" Ucap Danan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD