Sebuah Buku Jurnal

1136 Words

Pagi ini Hermes berdiri di depan cermin, tidak biasanya ia berdandan sangat rapih. Dengan setelah kemeja berwarna putih ketat dan celana jeans yang robek di beberapa bagian seperti paha dan dengkul. Ia terlihat sangat sexy dan gagah. Ia biarkan dua kancing atas terbuka, memamerkan otat dadanya yang menonjol itu. Baru kali ini ia bercermin, biasanya Hermes tidak melakukan itu. Bahkan ia bersikap masa bodo dengan penampilannya. Rambut yang biasa berantakan, kini sangat rapih dengan sentuhan pomade. Matheus melihat perubahan sikap Hermes. Belakangan ini kelakuan Hermes sangat aneh. Tidak seperti biasanya. "Rupanya, cinta itu telah meracuni kehidupannya!" Pikir Matheus semakin enggan untuk jatuh cinta. Hermes tersenyum, lalu bersiap untuk pergi. "Hi, Mat, apakah tidurmu nyenyak?" Tanya Her

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD