Sang Putera Argos

1026 Words

Hermes pulang dengan wajah tersenyum. Sudah dua kali Matheus mendapati Hermes seperti itu. Ia cuma bisa mendengus, lalu berdehem saat Hermes tidak menyadari kehadiran Matheus yang sedang duduk mengawasi gerak-geriknya. Matheus bangun, Hermes benar-benar asik dengan imajinasinya dengan wanita itu. "Saya minta, anda tidak lagi melakukan hal bodoh seperti tadi!" Ujar Matheus. Ia membelakangi tangannya, dan kemudian berjalan mendekati Hermes yang menoleh. Senyumnya masih mengembang. "Hei, kenapa? Apa ada masalah dengan wanita itu, Matheus?" "Tidak, cuma itu terlalu berbahaya pangeran! Bangsa vampir sudah berada di dekat kita. Itu tandanya sebentar lagi mereka akan bertambah banyak dan bisa saja para vampir itu akan menyerang kita, kalau kita tidak siap menghadapi mereka," kata Matheus sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD