Hermes pulang dengan wajah sangat kesal. Sedangkan Matheus sedang membersihkan semua tempat agar menjadi indah dan nyaman. Setelah beberapa kali pindah dan menemukan tempat yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal Matheus menetapkan ini sebagai temoat tinggal terakhir. Sebuah bangunan berlantai dua puluh yang sudah terbengkalai dan tidak terpakai. Ia menghempaskan bokongnya dengan wajah yang tak biasa. Matheus yang mendapatinya menjadi sangat bingung, baru tadi pagi wajah tampan Hermes penuh senyum, sekarang mendadak cemberut. Matheus menghela napasnya. "Ini pasti masalah gadis itu lagi?" Terkanya pelan. Ia kemudian menghampiri tuannya itu. "Kenapa wajah anda cemberut kayak gitu? Apakah ini ada hubungannya dengan masalah gadis itu?" Sekali lagi Matheus menerka. Ia duduk di sampingnya. H

