Kegelapan mungkin sudah biasa bagi teman untuk Elisya, entah mengapa, kali ini kegelapan harus ditakuti. Rasa dingin menjalar dari kaki ke sekujur kulit menghantarkan rasa takut dan waspada yang membuat dadanya berpacu lebih cepat. Tubuh Elysia menggigil setiap hawa dingin menusuk kulit itu. Saat samar cahaya jingga menerangi tempat berdiri, Elysia mengedarkan pandangannya. Namun yang diperoleh. Elysia mendesah lelah sebelum mendapati sebuah pintu yang ternyata tak jauh darinya, bangkit hanya Elysia menghampiri pintu itu hingga dia tepat berada di depan pintu dan mengenggam knop pintu, dia sepertinya ragu untuk memutarnya. Keraguan itu tidak akan menjawab pertanyaan yang ada di benaknya dan mau tak mau Elysia memilih untuk membuka pintu itu. Saat dia membuka pintu itu di hadapannya terl

