Matahari begitu teriknya saat Elysia baru saja bangun dari tidurnya. Dia memandang langit-langit kamar yang amat familiar dan saat. Cukup lama Elysia termenung hingga dia merasakan gejolak tidak nyaman di perutnya yang membuat Elysia bergegas menuju kamar mandi. Dia memuntahkan semua isi perutnya hingga perasaan tidak nyaman itu hilang. Elysia membasuh wajahnya dengan sembarangan kemudian dia menatap pantulan dirinya di cermin, tampak sekali mata dan bibirnya yang tampak bengkak. Dia memegangi bibirnya yang tampak membengkak dengan perasaan bingung. “Apa yang membuatnya seperti ini.” Elysia jelas sekali melihat perbedaan itu dan orang lain yang melihat pasti juga mengetahui itu. Saat itu juga Elysia merasa bingung bagaimana dirinya bisa sampai di rumah seperti ini. Dia lupa dengan kejad

