Sienna mengekori Galen saat pria itu menuju ke lantai dua. Tentu saja Galen merasa aneh, sebab, kamar Sienna berada di lantai satu. Sienna sangat jarang naik ke lantai dua kecuali ketika ia sedang bersih-bersih atau memanggil Galen. Namun, pria itu hanya diam dan membiarkan Sienna terus mengikutinya. Tiba di kamar Galen, pria itu menatap Sienna sambil memegangi pintu kamarnya. “Mau masuk juga?” Sienna tampak ragu. Ia meremat pinggiran celana yang ia kenakan. Tatapannya tampak seperti orang yang sedang kebingungan, yang perlahan membuat Galen merasa tidak tega lalu menarik lengannya untuk masuk ke kamarnya. Sienna sedikit terlonjak saat pintu di belakangnya tertutup. Namun, mulutnya masih membisu. Ia masih belum tahu harus bagaimana menjelaskan perasaannya pada Galen. “Aku mengenal adik

