Cantik Wajahnya Tak Secantik Hatinya

1892 Words

Bagian 29 POV Ilyas "Mas, aku lapar. Beliin makanan dong!" pinta Nia saat aku sedang sibuk membersihkan rumah. Rumah ini dipenuhi oleh debu, mungkin karena sudah lama tidak ditempati. Setelah Ibu meninggal, tidak ada lagi yang mengurus rumah ini. "Tunggu sebentar, Mas selesaikan ini dulu, tanggung soalnya," ucapku tanpa menoleh ke arahnya. "Tapi aku lapar, Mas, buruan dong!" desaknya. "Iya, tunggu dulu! Kamu 'kan lihat Mas sedang bersihin rumah. Bukannya malah bantuin!" "Aku malas, Mas! Yaudah, buruan! Jangan sampai aku mati kelaparan," ucapnya lagi. Nia kemudian duduk di atas kursi kayu di ruang tamu sambil menungguku. Selesai membersihkan seluruh ruangan, aku kemudian menghampiri Nia. Ternyata Nia ketiduran di atas kursi. Aku tidak tega membangunkannya. Akhirnya aku berinisiatif

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD