Deema kini sudah berada di dalam ruangan Aiden. Mesha yang mengantarkan Deema, sudah keluar beberapa menit yang lalu. Kini di dalam ruangan kerja Aiden, hanya ada Deema dan Aiden yang di selimuti oleh keheningan. Deema yang tengah diam menatap ke arah jendela, dan Aiden menatap layar laptopnya dengan tatapan kosong. “Sudah sarapan?” tanya Aiden yang kini membuka suaranya. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri Deema yang masih saja terdiam tanpa ekspresi. Melihat Aiden menghampiri dirinya, Deema harus bisa mengolah perasaannya sendiri. Ia pun tersenyum ke arah Aiden dan menggeleng. “Aku belum sarapan, Mas,” jawabnya. “Tumben kamu panggil aku ke sini, ada apa? Kayanya ada sesuatu penting yang harus kamu bicarakan ke aku?” Aiden mengangguk, kini ia memindahkan Deema untuk duduk di so

