152. Perdebatan Aiden dan Zaffran

1835 Words

Enggan masuk ke dalam vila, Aiden dan Zaffran kini duduk lesehan di lantai teras. Zaffran sendiri tidak tahu apa alasan Aiden untuk tidak masuk ke dalam sana. “Bos, ayolah … Gue ngantuk banget, kenapa gak masuk aja sih?” tanya Zaffran yang sudah sangat kesal dengan sikap labil Aiden yang seperti anak SMP. “Syut ….” Hanya itu tanggapan Aiden, dan ia pun kembali terdiam menatap pemandangan itu dengan mata kosong. Zaffran mengacak rambutnya. Aiden benar-benar labil kali ini. padahal untuk masuk ke dalam sana gampang saja, mereka hanya masuk dan mengucapkan salam lalu jika tidak ingin mengganggu mereka bisa langsung pergi ke dalam kamar. Sesimple itu, tapi mengapa Aiden membuatnya jadi rumit seperti ini? “Lo merasa bersalah sama Deema?” tanya Zaffran yang mulutnya sudah gatal ingin me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD